MoU UNIKA St. Paulus Ruteng dengan YAPPIK

Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIK)

Penandatanganan ini dirangkaikan dalam diskusi bertajuk ”Kebebasan Masyarakat Sipil: Strategi dan Tantangan di Era Digital Demokrasi” pada Senin, 24 Februari 2025 di Aula GUT Lantai 5 kampus Unika Ruteng.

Diskusi ini menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi, aktivis, dan praktisi, termasuk Dr. Fransiska Widyawati, M.Hum.

Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd, Wakil Rektor 1, Unika Ruteng  dalam Sambutannya menyampaikan bahwa demokrasi di Indonesia terus menghadapi tantangan di era digital.

Meski negara ini menganut sistem demokrasi dengan kedaulatan di tangan rakyat, pelaksanaan demokrasi belum sepenuhnya berjalan optimal.

Tema Kebebasan Masyarakat Sipil: Strategi dan Tantangan di Era Digital Demokrasi menjadi sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Pilar-pilar demokrasi, yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam sistem pemerintahan, masih belum berfungsi dengan baik.

Baca Juga: Unika St. Paulus Ruteng Teken MoU dengan BAN PDM

Indonesia telah melewati tiga dasawarsa sejak era reformasi, namun kualitas demokrasi masih menghadapi berbagai kendala. Partisipasi masyarakat sipil dalam menentukan arah kebijakan strategis negara harus terus diperkuat agar demokrasi tidak hanya sebatas prosedural, tetapi juga substantif.

Demokrasi Indonesia Masih Prosedural

Dr. Marselus menegaskan bahwa demokrasi Indonesia masih bersifat prosedural. Meskipun reformasi telah berjalan lebih dari tiga dekade, keterlibatan aktif masyarakat dalam kebijakan strategis masih minim.

“Kita belum mewujudkan demokrasi substantif yang memungkinkan masyarakat benar-benar berperan dalam menentukan kebijakan strategis,” tegasnya.

Diskusi ini sangat penting untuk kita sekaligus membuka kesadaran kita untuk tidak terlena melihat kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

“Sebagai Mahasiswa semestinya memiliki pemikiran yang kritis dan membuka mata untuk melihat apa yang sedang terjadi di tengah masyarakat kita” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa generasi muda harus memiliki kesadaran kritis terhadap hak dan kewajiban mereka dalam sistem demokrasi.

Baca Juga: Unika Ruteng dan Catholic University of Pusan, Korea Jalin Kerja Sama Akademik Internasional

Universitas, sebagai institusi akademik, memiliki tanggung jawab untuk membentuk mahasiswa yang sadar dan aktif dalam partisipasi sosial serta politik.

“Melalui diskusi akademik, diharapkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, semakin meningkat dalam memperjuangkan demokrasi yang lebih inklusif dan berdaya guna” tutupnya.

Tantangan Masyarakat Sipil di Era Digital

Annisa QisthiHead of Individual Giving YAPPIKA, dalam sambutanya menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat sipil di era digital.

Menurutnya, disrupsi teknologi membawa dua sisi mata uang dalam demokrasi.

“Teknologi digital bisa menjadi alat untuk memperkuat demokrasi, tetapi juga bisa menjadi ancaman jika di gunakan untuk membungkam kebebasan sipil,” ujar Annisa.

Ia menekankan bahwa masyarakat sipil harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat tetap berpartisipasi dalam demokrasi.

Organisasi masyarakat sipil (OMS) dan individu harus mampu menggunakan media digital sebagai alat advokasi yang efektif.

Pentingnya Literasi Digital dalam Demokrasi

Dr. Fransiska Widyawati, M.Hum., dalam pemaparan materinya menyoroti urgensi literasi digital dalam menjaga kebebasan masyarakat sipil.

Baca Juga: Rektor Unika St. Paulus Ruteng Menitipkan 4 Kado Indah kepada Kepala Daerah NTT</a>

Ia mengingatkan bahwa arus informasi yang deras di dunia maya bisa menjadi bumerang jika masyarakat tidak memiliki kemampuan kritis dalam memilah informasi.

“Hoaks dan misinformasi menjadi tantangan besar dalam demokrasi digital. Masyarakat harus memiliki kecakapan digital agar tidak mudah terjebak dalam informasi yang salah,” jelasnya.

Menurutnya, demokrasi digital menuntut masyarakat untuk lebih aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Pendidikan literasi digital menjadi kunci dalam menghadapi era disrupsi informasi ini.

Komitmen Unika St. Paulus Ruteng dalam Demokrasi Digital

Kegiatan ini menjadi langkah awal kerja sama antara Unika St. Paulus Ruteng dan YAPPIK A dalam memperkuat partisipasi masyarakat sipil di era digital.

Unika St. Paulus Ruteng berkomitmen untuk terus mendorong kebebasan sipil melalui pendidikan dan diskusi kritis.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan generasi muda semakin memahami peran mereka dalam menjaga demokrasi dan hak kebebasan sipil di tengah tantangan digital.

Penulis Berita: Selvianus Hadun

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *