Kupang – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV menyelenggarakan Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi selama dua hari, 24-25 Juni 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi sistem penjaminan mutu di perguruan tinggi dalam lingkup wilayah kerja LLDIKTI XV.
Agenda Komprehensif untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi
Lokakarya yang dibuka oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng, ini menghadirkan berbagai materi penting terkait SPMI. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kebijakan SPMI dan pedoman penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang disampaikan oleh Ir. Aloysius Leki, M.Si.
Materi selanjutnya mencakup penetapan Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang dibawakan oleh Natalia Peni, S.Si.M.Pd, dilanjutkan dengan sesi tentang tata cara pendokumentasian implementasi SPMI oleh Dr. Rahmat Laan, S.Sos.MM. Hari pertama ditutup dengan pembahasan evaluasi akademik dan non-akademik di perguruan tinggi yang dipresentasikan oleh Dr. Remerta Noni Naatonis, S.Kom., M.Sc.
Fokus pada Pengendalian dan Peningkatan Standar
Hari kedua lokakarya difokuskan pada aspek pengendalian dan peningkatan pelaksanaan standar yang disampaikan oleh Kristoforus Dowa Bili, S.Pd., M.Pd. Peserta juga mendapatkan materi strategis tentang penataan SPMI untuk Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dari Hironimus C. Tangi, S.Pd.M.Pd.
Puncak kegiatan adalah sesi Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh moderator dan melibatkan seluruh pemateri. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi interaktif dan mendapatkan tanggapan langsung dari para ahli.
Kolaborasi Antar Pemateri untuk Hasil Optimal
Salah satu keunikan lokakarya ini adalah keterlibatan semua pemateri dalam setiap agenda kegiatan. Hal ini memastikan adanya sinergi dan saling mendukung antar materi yang disampaikan, sehingga peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif dan terintegrasi tentang SPMI.
Para pemateri yang terlibat merupakan praktisi dan akademisi berpengalaman di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi, yang akan memastikan transfer pengetahuan yang efektif kepada para peserta.
Dampak Positif bagi Perguruan Tinggi di Wilayah XV
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas perguruan tinggi di lingkup LLDIKTI Wilayah XV dalam menerapkan sistem penjaminan mutu internal yang efektif. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang SPMI, perguruan tinggi diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Implementasi SPMI yang tepat akan membantu perguruan tinggi dalam memenuhi standar nasional pendidikan tinggi dan meningkatkan daya saing institusi dalam memberikan layanan pendidikan berkualitas kepada mahasiswa.
Lokakarya ini merupakan bagian dari komitmen LLDIKTI Wilayah XV dalam mendampingi dan membina perguruan tinggi di wilayah kerjanya untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi sesuai dengan regulasi dan standar yang berlaku.

